Acara kalungan atau tingjing adalah salah satu tradisi penting dalam keluarga keturunan Tionghoa.
Memang gak semua pasangan ngadain acara ini, karena balik lagi ke keluarga dan tradisi masing-masing. Namun, kalungan tentu memiliki makna yang dalam.
Seperti apa? Yuk kita bahas bareng.
Apa itu acara kalungan?

Kalungan atau tingjing bertujuan untuk meresmikan lamaran, yang dilakukan oleh keluarga calon pengantin pria ke keluarga calon pengantin perempuan. Berbeda dengan sangjit, biasanya kalungan hanya dihadiri oleh keluarga terdekat.
Di acara kalungan, calon mempelai perempuan akan dipakaikan kalung oleh ibu dari calon mempelai pria. Makanya namanya kalungan 😀
Kalung dianggap sebagai simbol persatuan, yang mengikat antara kedua calon mempelai dan kedua keluarga.
Seperti apa prosesinya?
Jadi secara garis besarnya, di acara kalungan ini, keluarga calon mempelai pria bermaksud untuk melamar & datang ke kediaman calon mempelai perempuan.
Karena kadang repot kalau dilakukan di rumah sendiri, maka biasanya sering juga dilakukan di restoran. Di acara ini, restoran tersebut dianggap sebagai rumah keluarga mempelai perempuan. Jadi, keluarga calon mempelai perempuan harus lebih duluan hadir di lokasi.
Oke mari kita lanjuttt ke prosesi yaaa.

✨ Biasanya, acara akan dimulai dari keluarga calon mempelai pria dengan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan, yaitu untuk melamar calon mempelai perempuan. Keluarga calon mempelai pria juga akan memperkenalkan diri mereka satu-satu.
✨ Kemudian, keluarga calon mempelai perempuan akan menyambut dengan baik dan bergantian memperkenalkan seluruh anggota keluarga yang hadir.
✨ Opsional, calon mempelai perempuan selaku “tuan rumah” akan menghidangkan teh kepada orang tua calon mempelai pria. Lalu lanjut memberikan teh dan kue lapis legit kepada anggota keluarga lainnya yang dituakan atau dihormati.
✨ Mama dari calon mempelai pria akan memakaikan kalung ke calon mempelai perempuan, biasa akan dibantu juga oleh calon mempelai pria.
✨ Lanjut ke acara makan-makan dan foto bersama.
✨ Keluarga dari calon mempelai pria berpamitan pulang.
✨ Keluarga dari calon mempelai perempuan akan memberikan hadiah berupa kue lapis legit ke keluarga calon mempelai pria. Biasa tamu yang datang ke rumah sering kita kasihin & bungkusin makanan kan— nah kira-kira begitu juga maksudnya di sini.
Apa aja yang perlu disiapkan?

✍️ Pastinya kalung ya dari keluarga calon mempelai pria 😀
✍️ Venue (seringkali ada yang udah include dekor)
✍️ Attire & MUA. Gak perlu cheongsam atau changsan, sesuai preferensi dan kenyamanan Bridepal, pasangan, dan keluarga ya.
✍️ MC. Worth it untuk invest ke good MC supaya ada yang bisa memandu jalannya acara kalau kedua keluarga sama-sama bingung 😉
✍️ Fotografer. Di momen besar seperti ini, boleh banget untuk pakai jasa fotografer. Anggota keluarga lainnya jadi bisa fokus ikut acara tanpa harus repot foto-foto.
✍️ Souvenir. Agak jarang & opsional, tapi jika mau, biasanya berupa makanan manis dan lengket, supaya hubungan Bridepal & pasangan juga manis dan lengket.
✍️ Kue lapis 1 loyang untuk keluarga calon mempelai pria. Lalu beberapa slices kue lapis untuk dihidangkan ke anggota keluarga yang dituakan.
Nah, kira-kira gitu deh serba serbi kalungan atau tingjing. Bridepal sendiri gimana? Apakah sudah planning untuk ngadain kalungan? Komen yuk di bawah 💕

Leave a Reply